Bolg ini berisi kisa perjalana-perjalana yang telah aju lalui yang mungkin bisa menggambarkan sedikit tentang diri ku mungkin juga kan berisi curhan-curahan hatiku.


Menjadi seorang etoser hampir menjadi dambaan setiap orang yang ingin melajutkan pendidikanya kejenjang yang lebih tinggi setelah lulus dari bangku SMA apalagi bagi kalangan yang kurang mampu dan memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan pendidikannya. Bagai mana tidak lembaga beastudi etos memberikan berbagai fasilitas seperti uang saku tiap bulan, penggantian biaya masuk universitas, tanggungan SPP selama dua semester dan banyak lagi fasilitas lain yang bisa kita peroleh setelah menjadi etoser. Etoser adalah istilah bagi seseorang yang mendapatkan beasiswa etos dari sebuah lembaga sosial yang tidak asing lagi kita dengar karena berbagai progam pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankannya. Dia adalah Dompet Duafa yang lebih dikenal dengan istilah DD. Setelah sukses dengan program-program pemberdayan masyarakatnya, Belum lama ini DD merilis sebuah program baru yang mendapat respon yang sangat baik bagi pemerintah dan masyarakat. Program ini adalah “Sedekah Pohon”. Sebagai jawaban atau solusi dari salah satu masalah besar yang dihadapi oleh bumi saat ini.
 Menjadi seorang etoser tentunya menjadi kebangga tersendiri dalam diri saya karena,  diri saya menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini sebab, untuk menjadi seorang etoser membutuhkan perjuangan dan kerja keras. Saya harus berkompetisi untuk menjadi yang orang yang terbaik diantara ratusan bahkan ribuan orang dari berbagai suku di negeri tercinta ini, yang akan bersaing denganku untuk memperebutkan gelar sebagai etoser. Selain menjadi kebanggan, saya juga menganggap etos sebagai sebuah rezki yang diberikan oleh Allah SWT dalam kehidupanku. Itu karena, banyak fasilitas yang saya dapatkan. Salah satunya adalaha fasilitas asrama yang sangat meringankan bebaban hidupku di Makassar. Maklum saya bukan orang asli Makassar dan tidak memiliki rumah di kota ini. Di rumah inilah tempatku berkumpul bersama teman-temanku yang telah saya anggap sebagai saudaraku sendiri.
 Ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan disebuah rumah sederhana, yang menjadikan  peristrahatanku dikala mentari berhenti sejenak menyinari belahan dunia tempatku menitih kehidupan yang digantikan dengan cahaya sang rembulan dan bintang yang selalu setia menyinari kegelapan malam. Tempat melepaskan segala kelelahan dan keluh kesahku setelah seharian bergelut dalam dunia kampus yang penuh teori. Tempat bersama dengan orang-orang yang setia menemani untuk mendengar segala masalah-masalah yang menghambat di pikiranku, disaat keluarga tak dapat melakukanya itu karena terpisahkan oleh jarak dan waktu. Tempat ini juga merupakan tempat ku dan teman-temanku untuk saling berbagi pengetahuan.
            Tidak hanya itu, selama saya menjadi seorang etoser banyak pengetahuan yang saya dapatkan, melalui pembianaan-pembinaan etos. Mulai dari pembinaan harian yang dilaksanakan di asrama seperti Tilawah minimal 2 kali sehari, tarbiah, penanamaan kedisiplinan, kultum setiap pagi dan masih banyak lagi jenis pembinaan lainnya. Pembinaan-pembinaan ini memberikan banyak manfaat dalam diri saya diantaranya membiasakan diri untuk selalu mengingat kepada Allah SWT, menanamkan sikap disiplin, melatih diri untuk berbicara dihadapan orang lain, menambah pengetahuan saya khususnya dalam bidang agama Islam, menumbuhkan rasa kebersamaan terhadap sesama etoser, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri saya.
Selain pembinaan harian yang rutin, ada pula pembinaan mingguan yang biasanya diadakan diluar asrama, diantaranya mengikuti seminar-seminar dan training motivasi, pelatihan menulis, pelatihan pembuatan blog. Lewat pembinaan mingguan ini saya menperoleh banyak pengetahuan-pengetahuan tambahan dan memperoleh motivasi-motivasi atau solusi dalam menghadapi sebuah permasalah yang ada dalam diri, sehingga kita akan bisa keluar dari keterpurukan  dan memotivasiku untuk menjadi orang yang luar biasa dengan berkarya.
Lewat pembinaan-pembinaan itu banyak hal saya dapatkan,yang tidak saya dapatkan di kampus. Inilah fasilitas  saya dapatka di etos yang saya jadikan sebagai bekal untuk dunia dan akhiratku. Inilah yang membedakan etos dengan program-program beasiswa yang lainnya. Dimana etos memberikan  pelatihan, pembinaan dan pendampingan yang menik beratkan pada 4 aspek yaitu: agama, akademik, pengembangan diri, sosial selama 3 tahun. Dengan program-program pembinaan yang diberikan maka pantaslah saya menganggap etos sebagai kampus keduaku yang memberikan pengetahuan tambahan selain yang ku peroleh dari dunia kampus pertamaku. Sehingga orang-orang yang dihasilkan oleh etos benar-benar merupakan orang-orang yang terampil di masyarakat dan memiliki daya saing yang tinggi. (Sudarmin/etoser 2010)
[ Read More ]