Bolg ini berisi kisa perjalana-perjalana yang telah aju lalui yang mungkin bisa menggambarkan sedikit tentang diri ku mungkin juga kan berisi curhan-curahan hatiku.

Sebuah Penghianatan

Kau yang dulu begitu baik dan perhatian kepadaku, setiap hari-hariku dihiasi dengan cada dan tawamu, beban yang saya pikul menjadi ringan karena engkau mau merasakan beban itu, curahan hati semuanya ku tumpahkan padamu. Tapi mengapa kini engkau seolah tak memperdulikanku. kau tiba-tiba berubah jauh, seperti yang dulu. Kini engkau bagaian racun yang berada didekatku saat engkau mendekat. Enkau yang dulu saya sangat percaya, kini anggapan itu berubah, bagiku kau adalha seorang Penghianat yang pantas untuk di musnahkan. Engkau bahkan menceritakan kepada orang lain semua apa yang pernah saya ceritakan kepadamu. Apakah salah dan dosa ku padamu sehigga kau begitu tega memperlakukan ku seperti ini?. Kau adalah orang yang kesekian kalinya memperlakukan ku seperti itu. Apakah ini semua salahku yang terlalu cepat mempercayai orang lain? atau memang engkau tercipta sebagai seorang penghianat? entah lah aku masih belum mampu untuk menjawab semua ini. Mungkin seiring berjalannya waktu semua ini akan terjawab dengan sendirinya.
Ooooo..... Tuhan apa salah hamba mengapa diriku sangat mudah untuk dihianati orang lain, dan mengapa sampai sekarang saya masih belum bisa menemukan orang yang bisa aku percaya. Aku memohon kepada-Mu kirimkanlah aku malaikat untuk menjadi teman hidupku dan kujadikan sebagai tempat menumpahkan seluruh beban yang menjanggal isi hatiku yang telah lama kupendam. Ada banyak beban di hatiku yang ingin ku ceritakan kepadanya karena mungkina hanya Engkau, Dia, Kedua Otang Tuakau dan Siriku sendirin yang saya percaya di duia ini untuk mengetahui permakahan yang saya hadapi saat ini. Aku sudah tidak sanggu lagi untuk menanggu beban ini sendirian. Aku sudah tidak kuasa lagi untuk menceritakan beban ini kepada orang lain, saya takut akna terjadinya penghianatan yang keskian kalinya pada diriku , karena begitu banyak orang tempatku bercerita tapi hanya ada beberapa orang yang sanggup untuk menjaga segala curahan hatiku. Tetapi saat ini mereka tidak berada disamping ku. Kini kami berada di tempat yang terpisahkan oleh ruang dan waktu. Oooo... Tuhan kalupun Ekau tidak ingin mengirimkan malikat kepadaku, saya hanya berharap pertemukanlah aku dengan mereka. Ingin rasanya aku bertemu dengan mereka dan menceritakan semua ini agar beban ini semakin berkurang.
Amin.....

Leave a Reply