Excuse me bos you haven text message suara ini beulang kali terdengar sepintas di telingaku, kemudian dilanjutkan deringan panggilan di HP ku. Aku yang masih setengah sadar antara tidur dan tidak langsung mengambil HP yang berada di dekatku, ternyata itu telepon dari teman ku Irham. Oh iya saya baru teringat ternyata kemarin sore kami janjian untuk lari pagi di kampus tempatku kuliah. Saat deringan hpku berhenti, ternyata ada 3 pesan. Itu pesan dari Irham yang isinya "Woi... jadi tidak lari pagi....???" dengan segerah aku membalas sms itu, "Jadi lah....!!!". sambil beranjak dari pembaringan.
Tidak kusanngka ternyata jam dinding telah menunjukkan Pukul 05.40. Maklumlah saya agak terlambat bangun soalnya semalam saya tidurnya juga agak telat. Tidak tau apa penyebabnya semalam kelopak mataku agak sulit menyatu. Mungkin karena kebanyakan beban pikiran. Pusing mikirin tugas ini, itu, sana, dan sini, yah... tapi ituah kehidupan tidak akan berwarna tanpa ada masalah. Hal ini juga membuatku tidak melaksankan kebiasaan yang aku lakukan tiap paginya, yaitu Sholat Subuh berjamah di Mesjid. Lanjut... dengan sigapnya saya mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. seusai sholat saya langsung bersiap-siap untuk lari pagi sambil menunggu temanku datang. Tidak lama berselang handphone ku kembali berdering. Ternyata itu pesan dari Irham yang menginstrusikanku untuk segerah keluar dari rumah dan pergi dengan menggunakan sepeda motor merah. Namun, kami tidak langsung ke area joging kami tapi terlebih dahulu kami kerumahku maklum, semalam saya tidak tinggal di rumahku. Saya tinggal di rumah tempat tinggalku yang pertama solanya sudah lama aku tidak tidur di sana, jadi saya harus pulang dulu untuk ganti baju dan celana. Kan aneh kalau saya mau jogging menggunakan celana jeans.
Kurang lebih pukul 60.10 kami memulai untuk berlari mengelingi kampus tempatku mencari selembar kertas yang dianggap orang sebagai kertas yang begitu berharga. Kami awali jogging kami dengan candaan sambil menitih lakah demi langkah. Ditengah keasikan kami berlari dan bercerita tiba-tiba kami bertemu dengan seorang teman, Sam sapaan akrapnya, dia berbeda jrusan dengan saya namun saya agak dekat dengan dia, karena dia satu tim dengan saya di unit kegiatan mahasiswa (PKM) di kampus, yaitu Drum Corps (DC). Orangnya agak humoris, yang selalu membuat kami tertawa di sela-sela latihan. Akupun mengajaknya untuk kembali berbalik arah berlari bersama kami, maklum dia sudah keliling satu kali. Kami bertigapun kembali memulai langkah kecil kami berlari bersama sambil bercerita, sebagai penghilang rasa lelah. tidak terasa langkah kami mengantarkan kami ke tujuan akhir kami. Setelah beristrahat beberapa lama kami pun kembali ke rumha kami masing-masing
[ Read More ]
Tidak kusanngka ternyata jam dinding telah menunjukkan Pukul 05.40. Maklumlah saya agak terlambat bangun soalnya semalam saya tidurnya juga agak telat. Tidak tau apa penyebabnya semalam kelopak mataku agak sulit menyatu. Mungkin karena kebanyakan beban pikiran. Pusing mikirin tugas ini, itu, sana, dan sini, yah... tapi ituah kehidupan tidak akan berwarna tanpa ada masalah. Hal ini juga membuatku tidak melaksankan kebiasaan yang aku lakukan tiap paginya, yaitu Sholat Subuh berjamah di Mesjid. Lanjut... dengan sigapnya saya mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. seusai sholat saya langsung bersiap-siap untuk lari pagi sambil menunggu temanku datang. Tidak lama berselang handphone ku kembali berdering. Ternyata itu pesan dari Irham yang menginstrusikanku untuk segerah keluar dari rumah dan pergi dengan menggunakan sepeda motor merah. Namun, kami tidak langsung ke area joging kami tapi terlebih dahulu kami kerumahku maklum, semalam saya tidak tinggal di rumahku. Saya tinggal di rumah tempat tinggalku yang pertama solanya sudah lama aku tidak tidur di sana, jadi saya harus pulang dulu untuk ganti baju dan celana. Kan aneh kalau saya mau jogging menggunakan celana jeans.
Kurang lebih pukul 60.10 kami memulai untuk berlari mengelingi kampus tempatku mencari selembar kertas yang dianggap orang sebagai kertas yang begitu berharga. Kami awali jogging kami dengan candaan sambil menitih lakah demi langkah. Ditengah keasikan kami berlari dan bercerita tiba-tiba kami bertemu dengan seorang teman, Sam sapaan akrapnya, dia berbeda jrusan dengan saya namun saya agak dekat dengan dia, karena dia satu tim dengan saya di unit kegiatan mahasiswa (PKM) di kampus, yaitu Drum Corps (DC). Orangnya agak humoris, yang selalu membuat kami tertawa di sela-sela latihan. Akupun mengajaknya untuk kembali berbalik arah berlari bersama kami, maklum dia sudah keliling satu kali. Kami bertigapun kembali memulai langkah kecil kami berlari bersama sambil bercerita, sebagai penghilang rasa lelah. tidak terasa langkah kami mengantarkan kami ke tujuan akhir kami. Setelah beristrahat beberapa lama kami pun kembali ke rumha kami masing-masing
Kau yang dulu begitu baik dan perhatian kepadaku, setiap hari-hariku dihiasi dengan cada dan tawamu, beban yang saya pikul menjadi ringan karena engkau mau merasakan beban itu, curahan hati semuanya ku tumpahkan padamu. Tapi mengapa kini engkau seolah tak memperdulikanku. kau tiba-tiba berubah jauh, seperti yang dulu. Kini engkau bagaian racun yang berada didekatku saat engkau mendekat. Enkau yang dulu saya sangat percaya, kini anggapan itu berubah, bagiku kau adalha seorang Penghianat yang pantas untuk di musnahkan. Engkau bahkan menceritakan kepada orang lain semua apa yang pernah saya ceritakan kepadamu. Apakah salah dan dosa ku padamu sehigga kau begitu tega memperlakukan ku seperti ini?. Kau adalah orang yang kesekian kalinya memperlakukan ku seperti itu. Apakah ini semua salahku yang terlalu cepat mempercayai orang lain? atau memang engkau tercipta sebagai seorang penghianat? entah lah aku masih belum mampu untuk menjawab semua ini. Mungkin seiring berjalannya waktu semua ini akan terjawab dengan sendirinya.Ooooo..... Tuhan apa salah hamba mengapa diriku sangat mudah untuk dihianati orang lain, dan mengapa sampai sekarang saya masih belum bisa menemukan orang yang bisa aku percaya. Aku memohon kepada-Mu kirimkanlah aku malaikat untuk menjadi teman hidupku dan kujadikan sebagai tempat menumpahkan seluruh beban yang menjanggal isi hatiku yang telah lama kupendam. Ada banyak beban di hatiku yang ingin ku ceritakan kepadanya karena mungkina hanya Engkau, Dia, Kedua Otang Tuakau dan Siriku sendirin yang saya percaya di duia ini untuk mengetahui permakahan yang saya hadapi saat ini. Aku sudah tidak sanggu lagi untuk menanggu beban ini sendirian. Aku sudah tidak kuasa lagi untuk menceritakan beban ini kepada orang lain, saya takut akna terjadinya penghianatan yang keskian kalinya pada diriku , karena begitu banyak orang tempatku bercerita tapi hanya ada beberapa orang yang sanggup untuk menjaga segala curahan hatiku. Tetapi saat ini mereka tidak berada disamping ku. Kini kami berada di tempat yang terpisahkan oleh ruang dan waktu. Oooo... Tuhan kalupun Ekau tidak ingin mengirimkan malikat kepadaku, saya hanya berharap pertemukanlah aku dengan mereka. Ingin rasanya aku bertemu dengan mereka dan menceritakan semua ini agar beban ini semakin berkurang.
Amin.....

